Rabu, 17 Februari 2016

Pakan Biskuit Ternak Dari Limbah Inovasi IPB


IPB (Institut Pertanian Bogor) yang merupakan perguruan tinggi yang berkonsistensi dalam bidang yang berhubungan dengan pangan kembali hadir dengan inovasi pangan. Akan tetapi, inovasi dari Prof Yuli Retnani, MSc yang merupakan Guru Besar di IPB mengembangkan pakan yang terbuat dari limbah sayuran pasar yang biasanya hanya dibuang menjadi sebuah pakan yang dapat diberikan ke ternak terutama untuk ternak yang ada di wilayah perkotaan, rawan pakan serta di tempat yang rawan atau sedang terjadi bencana.

Pakan yang dikembangkan mulai dari tahun 2009 oleh Guru Besar Institut Pertanian Bogor tersebut dapat berbentuk wafer, biskuit, mash, pellet, crumble. Pakan yang berbentuk wafer tersebut terbuat dari limbah sayuran pasar serta daun lamtoro. Pemberian wafer pakan daun lamtoro banyak dipergunakan di peternakan yang ada di Banyu Mulek, NTB untuk menambah konsumsi pakan sehingga terjadi rataan pertambahan bobot badan harian dengan rataan bobot badan akhir. Pemberian pakan wafer suplemen taraf 10% pada sapi pedet mencapai 28,2% lebih tinggi jika dibandingkan diberi dengan pakan konvensional yang biasanya diberikan ke ternak.

Namun, Prof Yuli Retnani, MSc juga memberikan alternatif pangan untuk musim kemarau dan paceklik yang biasanya membuat para peternak kesulitan untuk mendapatkan pakan. Pemilihan pakan berbentuk biskuit ini dikarenakan pakan biskuit yang kering sehingga lebih awet dan tahan lama jika disimpan. Pakan biskuit tersebut juga mudah untuk dibawa. Jenis pakan ini terbuat dari bahan serat hijauan sehingga ruminansia dapat memanfaatkan serat tersebut ketika jumlah dan kualitas hijauan, rumput, menjadi menurun.


Biskuit pakan yang dikembangkan oleh Guru Besar IPB (Institut Pertanian Bogor), Prof Yuli Retnani, MSc terdiri dari sumber serta yang berasal dari hijauan serta molasses yang merupakan sumber karbohidrat serta perekat. Biskuit pakan ini terbuat dari limbah tanaman jagung serta biskuit suplemen pakan. Biskuit pakan limbah jagung yang telah mendapatkan penghargaan 102 inovasi di tahun 2010 ini telah mendaftarkan paten di tahun 2012. Teknologi pengolahan pakan tersebut memungkinkan bahan baku yang terbuat dari limbah baik limbah pasar, peternakan ataupun dari limbah industri pangan.